“Hidup Di dunia Hanya Sementara”

IBDA’ BINAFSIK”

(Awalilah dari diri sendiri)
Kehidupan di dunia tak lepas dari perubahan dan pola kehidupan bermasyarakat. Perubahan seperti apa yang kebanyakan masyarakat kita inginkan, apakah perubahan hidup..? ataukah perubahan diri sendiri dan perubahan terhadap cara pandang menjadi lebih baik. Kalau memandang konteks diatas, mungkin semuanya akan di ubahnya karena nama manusia selalu ingin, ingin dan ingin.
Perubahan merupakan hukum kehidupan bahwa tidak ada yang tidak berubah dalam kehidupan selain perubahan itu sendiri. Memang semua orang akan berusaha untuk berubah menjadi lebih baik, semisal orang miskin ingin berubah menjadi kaya, orang sakit ingin menjadi sembuh orang bodoh ingin menjadi pintar dan sebagainya. Tidak semuanya kita mampu melakukannya. Sebagian besar alasan mengapa perubahan itu tidak terjadi? Adalah karena tidak adanya keberanian untuk memulainya, pasti tentunya dari diri sendiri dan keyakinan bahwa semua itu bisa di rubah dengan kerja keras kita.
Ustadz Mahfud Fauzi yang merupakan salah satu mantan ketua umum pesantren AL-Khoziny beliau pernah menyampaikan dalam pidatonya “untuk mencapai sebuah perubahan harus dimulai dari diri sendiri”. Kunci kesuksesan (Ibda’Binafsik) awali dari diri sendiri jadi untuk memulai sebuah perubahan starnya dari kita sendiri dari jiwa kita.
Proses perubahan yang berlangsung merupakan upaya kita bergerak dari situasi perang menuju kemerdekaan, dari tidak bisa menjadi bisa, dari mengabaikan potensi diri menuju menggunakannya dan menuju pemberdayaannya.
Proses perubahan masyarakat kita untuk merubah potensi hidup yang mereka terima, Allah menyatakan dalam firmannya:
ذلك بان الله لم يك مغيرا نعمة انعمها على قوم حتى يغيروا ما بانفسهم وأن الله سميع عليم
Artinya: demikian itu adalah karena sesungguhnya allah tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugrah kannya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri Fathul barydan sesungguhnya allah maha mendengar lagi maha mengatahui (Qs, al Anfal 53)
Tapa tujuan yang jelas kita tak pernah mencapai apapun dan tidak bisa mengukur sejauh mana tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Untuk mengawali sebuah perubahan kita harus bisa membuang kebiasaan lama yang buruk memang sih” untuk meng hilang kan kebiasan tak semudah membalikkan tangan, banyak keinginan yang kita ingin capai namun gagal ditengah jalan, karena sulitnya mengubah kebiasaan lama yang sudah melekat di jiwa kita
Tak dapat dipungkiri banyak dari kita enggan berubah kerena sangat terbiasa dengan situasi lama, contoh kecil dikalangan kita sendiri, untuk mentradisikan tidak tidur pagi saja kayaknya kerepotan, disebabkan faktor kebiasaan, mereka beralasan “tidak bisa” dengan cara pandang “tidak biasa” ini kita membuat batasan sendiri yang tidak ingin kita lewati.
Mayoritas dari kalangan kita seakan menolak perubahan karena tidak biasa dengan situasi baru. Kita beralasan “saya tidak biasa seperti itu, tidak biasa mengaji, tidak biasa bangun pagi, tidak biasa tanggung jawab .
Keengganan untuk keluar dari teradisi lama yang nyaman namun negatif adalah godaan berbentuk kenik matan jangka pendek. Kita dibuat terlena dengan kesenangan semu yang enak untuk sementara, tetapi menyengsarakan untuk selamanya godaan menipu inilah yang kita sebut sahwat. Maka dari itu ingat kata beliau ”kunci kesuksesan (ibda’binnafsih) mulailah perubahan dari diri sendiri “.
By: Fathul Bary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s