“Hidup Di dunia Hanya Sementara”

SAHABAT-KU

sahabatku
Wahai shahabati, dirikanlah wadah dalam bentuk lembaga persatuan dari kalian sendiri yang anggotanya terdiri dari para cendikiawati, guru dan mahasiswi. wadah yang berusaha untuk mengembalikan wanita-wanita sesat kepada jalan yang benar. Ancam dan takut- takuti mereka dengan firma-firman Allah. Kalau tidak mau mendengar dan tak ada rasa takut lagi, beri gambaran akan bahaya penyakit yang akan di deritanya. Kalau juga mereka tidak peduli, beri penjelasan dari contoh-contoh kenyataan yang ada, katakan pada mereka ”kalian remaja cantik, banyak pemuda yang tertarik dan mengharap anda. Kecantikan anda seperti sekarang ini apakah akan bertahan terus? Bagaimana nasib anda nanti setelah tua? Ketika muka anda keriput dan punggung melengkung? Siapa nanti yang akan mengurus anda? Siapa yang ketika itu memperhatikan nasib anda? tahukah anda, siapa yang akan menghormati dan memuliakan orang tua jompo? Hanya anak dan cucu-cucunya! Di tengah-tengah mereka orang tua sepertinya menjadi ratu diantara rakyat, bermahkota, duduk di singgasana. Bagaimana nasibnya anda nanti jika terus begini? Bagaimana derita anda di kemudian hari? tentunya anda lebih tau dari kami “Ada salah satu kisah nyata dari Belgia yang di ceritakan dari Ali Atthonthowi:  ketika aku sedang berjalan di kota brussel (Belgia), persis di tempat penyeberangan, aku melihat seorang Nenek tua dengan susahnya menyeberang jalan itu. Dengan tubuh yang mulai membungkuk dan badan yang gemetar, ia berusaha  sendiri menyeberang jalan ramai yang banyak kendaraan bermotor, Ia menyeberang tanpa seorangpun merasa perlu membantunya. Orang-orang di sekitar itu acuh, seolah-olah, apapun yang terjadi terhadap Nenek tua itu di tanggung sendiri resikonya. Aku berjalan bersama rombongan, kepada kawan-kawan aku katakan “Mari kita bantu dia”. Salah satu anggota rombonganku adalah DR Nadim Dhibyan, ia lebih dari empat puluh tahun menetap di Brussel. DR Nadim berkata: “Tahukah anda siapa wanita tua itu? ia yang ketika muda, adalah wanita tercantik di negeri ini, amat terkenal dan setiap penampilannya mengundang perhatian orang. Banyak laki-laki yang tergila-gila kepadanya. Saking terkenalnya dan cantiknya, tidak sayang jika laki-laki harus mengeluarkan uang banyak untuk sekedar melihat muka dan gayanya dalam pertunjukan atau untuk Menjamah tubuhnya. Tetapi sekarang, sesudah usia mudanya berlalu dan kecantikan nya melayu, laki-laki terasa gatal tubuhnya untuk menggandeng, menolong dan menyeberangkannya di jalan ramai itu. Coba anda renungkan cerita ini. Apakah pantas di samakan lezatnya berhubungan  yang sebentar rasanya itu dengan penderitaan yang akan anda rasakan. Dua Ayam jantan akan bersabung mempertaruhkan nyawa demi merebut Ayam betina demi menjaga kehormatannya. Tetapi manusia, dengan dalil kebebasan mengorbankan harga dirinya. Di jual obral tubuh dan kehormatannya. Naudzu billah tsumma naudzu billah.
By: fariz_aat@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s